Selalu disampingmu

Tugas Ilmu Budaya Dasar 2 ( Manusia dan Cinta Kasih )

Aku akan selalu disampingmu
By : Rizki Arima

 


Sinar matahari pagi telah terlihat dari kedua jendela kamarku, menandakan bahwa saatnya merapihkan tempat tidur dan bersiap untuk memulai aktifitas pada hari ini, seperti biasa aku bergegas untuk berangkat ke kampus yang sudah kuanggap sebagai rumah kedua untuku,sebelumnya  perkenalkan namaku adalah Rizki Arima, aku adalah seorang mahasiswa semester 2 di salah satu universitas swasta di depok, pagi ini seperti biasa dengan mengendarai motor aku sangat bersemangat untuk pergi ke kampus walaupun mata terkadang sangat sulit untuk diajak bangun pagi, namun apa boleh buat kampus tercinta sudah menungguku pagi ini,

sebelum menuju ke kampus aku menyempatkan untuk menjeput sahabatku dirumahnya yang tidak begitu jauh dari rumahku
"Assalamualakum .. " kataku sambil mengetuk pintu rumahnya
" Waalaikum salam, eh nak Ari tumben nih jam segini baru kesini " sahut si tante yang bukan lain adalah mamah dari temanku
" Iya nih tan, tadi kesiangan bangunnya --, Andelanya ada tan ? "
" wah kebetulan dia udah berangkat dari tadi tuh, kayaknya sih bareng temen2 cewenya yang lain " kata si tante,
" haduh di tinggalin lagi, yaudah ari pamit dulu ya tan , assalamualaikum " pamitku sambil mencium tangan si tante
setelah berpamitan aku segera manarik gas motorku secepat mungkin, sesampainya di kampus aku segera memarkirkan motor dan berlari menuju kelas, jam tangan yang kupakai sudah menunjukan pukul 7.45
" Waduh udah jam segini, berabe nih kalo telat " celetukku,
saat sedang tergesa gesa aku melihat gadis yang tidak asing lagi bagiku, ya dia adalah Andela, sahabat sekaligus teman sekelasku,
" oi Andela !! ..." teriakku sambil menghampirinnya
" Haduh del, tadi aku udh jemput ke rumah kamu tapi kata si tante kamu udah berangkat duluan, tega kamu del " ceritaku dengan melas
" yehh lagian suruh siapa kesiangan, aku udah nunggu kamu tau !, tapi kamu ga dateng dateng, yaudah aku berangkat aja " kata andela sambil berjalan menuju kelas
" ya maap del, tadi tuh aku kesiangan, terus .."
" udah ayo cepetan, udah telat nih kita " sahutnya memotong pembicaraanku sambil menarik tanganku dan bergegas menuju ruang kelas yang kebetulan saat itu berada di gedung 3 lantai 4,
setelah sesampainya dikelas ternyata dosen pagi ini sedang berhalangan hadir,
"sialan, kalo tau gini tadi gausah ngebut ngebut, boros bensin " kataku dengan nada menyesal,
saat aku sedang duduk sambil mengatur nafas karena lelah berlari, tiba tiba salah satu temanku menghampiriku
" woy ri, bayar hutang lo yang maren di warteg " sahutnya dengan nada bernafsu
" asem lo beh, galiat nih gw keringetan kaya abis dikejar kejar satpam komplek " kataku sambil menghela nafas,
" awas lo ye kaga bayar, kaga selamet dunia akherat lo " kata fadil, dia adalah salah satu temanku, biasa kupanggil dengan sebutan babeh karena umur dan penampilannya yang seperti bapakku sendiri, berhubung rumahnya terletak diluar galaksi bima sakti, tepatnya di daerah yang mereka sebut Bekasi, dia memutuskan untuk ' numpang idup 'di rumah uwa nya yang kebetulan dekat dengan kampus,
" yaelah beh, masih kaku aje lo, nanti gw bayar" sahutku dengan lantang
setelah berselisih cukup lama dengan si babeh, aku menghampiri andela dan mengajaknya mencari makan untuk sarapan pagi,
" del kita cari sarapan yuk, laper nih "
" ayok deh aku juga laper nih, tapi kamu yang bayar ya "
" iya deh, apa sih yang engga buat kamu cantikkkk " godaku sambil mencubit kedua pipinya
" ihh rese banget sih , sakit tau, kalo pipiku jadi tembem gimana " katanya dengan manja
" ye orang udh tembem dari dulu "
sesampainya di kantin aku memutuskan untuk membeli dua mangkuk bakso dan membawakan nya kepada andela yang sudah menunggu di saung kecil dipojok kantin, tempat ini adalah tempat favorit kita untuk sekedar mengobrol atau makan seperti ini,
" nih del punya kamu" kataku
" wah makasih ya , pasti enak nih " sahutnya sambil memegang sendok dan garpu
" iyalah enak, gratisssss " kataku mengejek
" hehehe " tawanya
Aku dan Andela memang sangat sering menghabiskan waktu bersama, banyak yang mengira kita berdua adalah sepasang kekasih atau sejenisnya, namun nyatanya hubungan kita berdua hanyalah sebatas bersahabat, sejak dulu orang tua kita memang mempunyai hubungan yang dekat, itulah mengapa sejak kecil sampai sekarang kita selalu menghabiskan waktu bersama, ya memang bukan hal yang aneh jika mereka mengira kita sedang berpacaran karena kedekatan aku dan Andela.
Disela sela waktu makan aku selalu memandangi wajahnya, dia mempunyai paras yang cantik dan berambut panjang,
“ Yah mulai lagi deh , bukannya makan malah liatin muka aku, emangnya ada yang salah ya ? “, celetuknya kepadaku
“ Yeh siapa lagian yang liatin kamu, kamunya aja yang geer , wekk :P “ ledekku
“ alesan aja woo “

 Sebenarnya memang sudah lama aku mempunyai dan memendam perasaanku kepadanya, perasaan yang lebih dari pada seorang sahabat, sudah lama juga aku ingin mengutarakan perasaanku yang sebenarnya , namun aku tidak tau pantas atau tidak aku mengatakan itu kepadanya, kepada sahabatku sendiri, ah sudahlah jalanin aja, mungkin tuhan punya rencana lain untukku dan andela, cielah gitu…

Atau mungkin aku adalah seseorang yang datang dari negri dongeng dan sedang mencari sesosok perempuan yang akan kujadikan seseorang pendamping hidup agar aku dan dia dapat hidup bersama selamanya #lupakan

Setelah selesai makan kita kembali ke kelas dan mengikuti perkuliahan sampai hari sudah mulai petang
“ Ayo del kita pulang, keburu malem nih “ kataku mengajaknya.
“ Eh kamu pulang duluan aja deh ri “ katanya sambil membereskan buku
“ Loh, kenapa emangnya, kan biasanya kamu ngajak bareng mulu “
“ Engga, hari ini aku sama mamah mau ke rumah sakit dulu nih, “
“ hah,Emang siapa yang sakit del ?, kamu atau mamah kamu ? “ kataku sedikit terkejut
“ Engga kok ri, Cuma ada urusan sedikit aja, eh aku duluan ya, mamahku udah nunggu tuh diluar, dadahh arii “ sambil mencubit pipiku dan berlari keluar kelas
“ Hati hati ya “ teriakku.

Terpaksa hari ini aku pulang hanya ditemani dengan motor kesayanganku, “huh apes”,

Keesokan paginya tidak biasanya aku bangun tepat waktu , mungkin karena semalam aku tidur tidak terlalu larut, aku mengambil HP ku dan mencoba mengecek kembali Line dan aplikasi messenger lainnya,
“ buset, nih HP apa celengan yak, sepi amat, gk ada notif satupun “

Aku segera mengabaikannya dan bersiap diri untuk cabut ke kampus, pagi ini ternyata tidak ada seorangpun di rumah Andela, si tante yang biasanya ada di rumah pun tidak terlihat batang hidungnya, aku sudah mengetuk pintu beberapa kali namun tidak ada jawaban dari dalam rumah
“ Waduh nih org rumah pada kemana yak, gak biasanya sepi gini, ah paling si Andela berangkat duluan  
Karena sepertinya sia sia jika aku menunggu disini tanpa ada kepastian, seperti hati ini yang tidak pasti kapan ada yang menempati, #Ups

Oke aku langsung tancap gas menuju ke kampus, sesampainya di kelas, ternyata baru 3 orang yang datang, wah record baru gw nih, update ah di Line “ Pagi pagi gini udah di kampus, biasa lah anak rajin “ #PakeEmotCool

Tidak terasa jam pertama pun telah dimulai, aku teringat Andela, bangkunya masih kosong, tidak biasanya dia datang terlambat, jam pun telah menunjukan pukul 12.00 dan waktunya isirahat, biasanya aku berkumpul dengan teman temanku yang lain diantaranya Fadil, Reza, Hendro, Aji, Yogi, mereka sudah menganggapku sebagai saudara mereka, namun aku tidak !!.
Disaat kita sedang asik berbincang, masuklah seseorang yang wajahnya tidak asing lagi bagiku.
“ Andelaa, kamu kemana aja ?, kok tumben telat “ Kataku dengan sigap menghampirinya
“ Eh Ari, tadi aku ada acara keluarga dulu, jadinya telat deh, hehe”
“ Ohh kirain kamu kemana, gak biasanya kan telat “
“ Cie kangen yak, baru juga ditinggal sebentar “ katanya meledek
“ Iya lah, kan bete gk ada yang bisa dijahilin “
“ Yee dasar, eh nanti kan pulang cepet, kita nonton yuk ri “ Ajaknya
“ Serius nih ? ko tumben tumbenan ngajak nonton duluan “
“ Lagi pengen ajaaa, ya kalo gak mau gak apa apa, nanti aku nonton sendiri aja “
“ Yeh malah ngambek, iya deh iya nanti kita nonton “
“ Nah gitu dong ri, kan kamu sahabat aku yang paliiing baik “ sambil mencubit pipiku
“ Yeh dasar, giliran ada maunya aja muji muji, huh “

Setelah jam perkuliahan selesai seperti janjiku tadi, aku menemani Andela pergi ke bioskop di salah satu Mall di daerah Depok,

“ Kita mau nonton apa nih del ? “ tanyaku
“ Nonton Wewe aja yuk, udah lama nih gak nonton film Horror “
“ Ah serius ? nanti kamu takut lagi, yang lain aja yak “
“ Gamauu ! pokoknya mau Film itu “ sahutnya
“ Yeh tapi tapi .. “
“ Udah ayokk jangan takut, kan ada aku “ Sambil tersenyum kepadaku


Sebenarnya aku tidak terlalu suka dengan Film Horror, bukan apa apa coy, ngeri gk bisa ke kamar kecil nanti malem, namun dengan sangat terpaksa akhirnya aku memberanikan diriku untuk membeli 2 tiket untukku dan Andela,
Selama menunggu pintu theater dibuka Aku dan Andela hanya duduk dan mengobrol di depan pintu theater yang saat itu sedang lumayan sepi, namun disitu aku mulai merasa aneh dengan gelagat Andela yang sering melamun dan selalu menggenggam tanganku sejak dari awal kita sampai disini,
Waduh nih anak kenapa ya, nempel terus kek nyamuk kebon,
aku pun mencoba bertanya kepadanya
“ Andela, kamu kenapa sih ?  kok bengong mulu, kaya lagi mikirin sesuatu ? “ tanyaku
“ Eh, engga ko engga apa apa ri “ sambil tersenyum kepadaku

Namun senyuman itu terasa berbeda untukku, aku tau ada yang janggal dibalik senyuman yang dia berikan kepadaku tadi, namun aku berusaha untuk bersikap seperti biasa di depannya
Setelah cukup lama menunggu akhirnya pintu theater pun dibuka, aku dan Andela segera masuk dan mencari kursi yang telah kita pesan sebelumnya, dan Film pun dimulai

Selama film diputarkan aku tidak terlalu fokus dengan film yang sedang ku tonton, namun tidak dengan andela, dia seperti larut dalam alur film itu dan bersender di bahuku dan tetap memegang erat tanganku sampai akhir dari film itu, aku semakin bingung dan merasa ada yang berbeda dengan dirinya, sampai dimana aku dan andela pergi keluar dari theater tersebut namun kita menyempatkan diri untuk makan malam terlebih dahulu.
“ Arii, makasih ya malem ini udah mau temenin aku, aku seneng banget deh “
“ Yaelah del, aku juga seneng kali bisa nemenin kamu malem ini “ sambil tersenyum kepadanya
“ Aku berharap kapan kapan kita bisa kaya gini lagi ya “ sambil meneteskan air mata
“ Lah ko kamu nangis del, pasti lah, aku gak bakal ninggalin kamu sampai kapan pun “ kataku sambil mengambil selembar tisu dan menghapus air matanya
“ Aku terharu aja, dari dulu kamu baik banget sama aku , tapi aku gak bisa ngasih apa apa ke kamu “
“ Cup Cup cup, jangan nangis yak, nanti aku beliin balon deh yang banyak “
“ engga mau ah, isiin pulsa aku aja “
“ Yeh dasar kang toprak “

Suasana malam itu pun semakin bercampur aduk , di satu sisi aku merasa bahagia dapat menghabiskan hariku dengannya, di sisi lain aku turut sedih bercampur haru dengan yang dikatakan Andela, namun di sisi lain aku masih tidak mengerti apa yang sedang dipikirkannya malam itu, namun aku berusaha untuk tidak memikirkan itu dan berusaha untuk menghiburnya malam itu, dan kita memutuskan untuk pulang karena hari mulai larut,

Malam itu malam yang melelahkan bagiku, sesampainya dirumah kasurku yang empuk menyambutku malam itu, tidak lupa sebelum tidur aku menyempatkan untuk mengecek line, kali aja ada kabar bagus, ternyata benar, aku mendapat hadiah stiker baru dari line, terimakasih Line

Hari berganti hari aku tetap melakukan aktifitasku yang padat seperti biasa dengan ditemani sahabatku Andela, namun semakin hari perasaanku kepadanya semakin menjadi jadi dan menjadi beban tersendiri bagiku, ya, perasaan yang tidak seharusnya ada dalam hubungan persahabatanku dan Andela, Setiap malam aku selalu memikirkan cara untuk menghilangkan perasaanku itu, namun hasilnya nihil

Keesokan harinya sepulang dari kampus
“ Del, hari ini aku main kerumah kamu ya, sekalian silaturahmi sama si tante, udah lama nih gak ketemu si tante, boleh kan “ kataku yang duduk disampingnya
“ Ya boleh lah rii, main aja kali, kaya baru kenal aku aja “
“ Oke deh, tapi nanti anterin aku ke toko martabak dulu ya, gak enak nanti namu gak bawa apa apa, hehe “
“ iya sip deh “ sahutnya

Setelah selesai perkuliahanku hari ini, aku dan Andela segera berangkat ke rumahnya, tidak lupa juga untuk membeli sedikit makanan biar tidak terlalu merepotkan si tante, setelah sesampainya di rumah Andela, sit ante langsung menyambutku dengan ramah seperti biasanya
“ Eh nak Ari, kemana aja nih gak pernah main kesini lagi, udah punya pacar ya sekarang ? “ kata si tante sedikit mengejekku
“ hehehe maaf tan, iya nih tan pacar baru, nih orangnya, hahaha “ tawaku sambil tanganku menunjuk andela
“ Yehh ngaku ngaku, wekk :P “ sahut andela yang tersenyum kecil
“ Oh iya nih tan tadi kita mampir dulu beli martabak buat tante “ sambil memberikan sebungkus martabak yang telah kubeli tadi
“ Wah segala repot repot nih dibeliin martabak, makasih ya ri, oh iya nanti langsung ke lantai atas aja ya, soalnya disini tante mau bersih bersih soalnya “
“ Yaudah kalo gitu, ayok ri langsung ke atas aja “ ajak Andela
“ Oke deh, kita keatas dulu ya tan “

Aku memang sudah sering main di sini, sejak SD sampai Kuliah sekarang ini aku sudah tidak asing lagi dengan rumahnya, banyak cerita dan hal yang telah kulewati bersama andela di rumah ini,
“ Eh ri, nyanyi nyanyi yuk, udah lama kita gak nanyi bareng kaya dulu “ sambil duduk di sampingku
“ Yaudah ambil gih gitarnya, kamu ya yang main gitar, kamu kan lebih jago “
“ Iya deh sebentar aku ambil ya “ dia mengambil gitar dan memainkan lagu untukku

Selain parasnya yang cantik, andela juga sangat mahir memainkan alat musik terutama gitar, suaranya yang lembut pun sangat menyejukan hati saat mendengarkannya,
Sedang asik asiknya kita bernyanyi andela tiba tiba bersandar di bahuku, tak tau kenapa tiba tiba jantung ini berdetak lebih kencang daripada biasanya, namun aku berusaha bersikap normal normal saja
“ ri, udah berapa lama ya kita sahabatan kaya gini “ dia tersenyum sambil bersender di bahuku
“ wah pokonya lebih lama dari hari di kalender “ jawabku
“ Udah banyak banget yang udah kita lewatin bareng bareng, saat sedih maupun seneng seneng kaya gini “
“ Iya ya, dari kamu masih ingusan, sampe kamu cantik begini, engga terasa ya hahaha “
“ yeh enak aja, kamu inget ga waktu kamu berantem sama si Hendro waktu jaman SMP buat ngebelain aku “
“ oh iya inget inget, yang anak komplek sebelah itu kan, yaelah dia mah badan doang gede, nyali mah ciut “
“ Ah apaan, kan kamu yang babak belur, terus akhirnya kabur “
“ hahaha, iya juga ya, terus kamu inget gak pas SMA kita pernah gak masuk sekolah Cuma gara gara mau nonton konser Cherrybelle “
“ Iya inget, yang akhirnya orang tua kita dipanggil ke sekolah, al hasil uang jajan kita dipotong sebulan “ katanya bercerita
“ Wah seru juga ya kalo di inget inget “
“ Kira kira kita bisa gak ya, bareng bareng terus sampai dewasa nanti, aku takut kita gak bisa bareng bareng lagi kaya gini “ ucapnya sambil meneteskan air mata
“ Del. Aku janji seumur hidup aku akan selalu ada di samping kamu, aku gak akan biarin orang lain menyakiti kamu, “ kataku sambil memegang tangannya
“ Janji ya ri, walaupun nanti misalkan suatu saat aku ninggalin kamu duluan dari dunia ini, jangan pernah lupain aku ya, jangan pernah lupain hal hal yang telah kita lakuin bersama selama ini, “ tersenyum kearahku sambil meneteskan air mata
“ yeh ko kamu ngomongnya gitu del, serem ah, iya aku janji ko janji, kamu tenang aja, sampai kapanpun aku bakal tetep sayang sama kamu del,  “ kataku sambil mengusap air matanya

Tidak terasa sudah hampir 2 jam aku mngobrol dan bercerita banyak tentang hal hal menarik yang telah kita lewati berdua, Mungkin karena lelah mengobrol andela ternyata telah tertidur di bahu ku, namun wajahnya terlihat sedikit pucat, aku sedikit agak khawatir dengan kondisinya, memang berlakangan ini Andela terlihat mudah lelah dan wajahnya terlihat sedikit pucat seperti sedang sakit, aku lantas menyandarkannya ke bantal dan memberinya selimut, sebenarnya aku ingin membangunkannya untuk berpamitan terlebih dahulu, namun aku memutuskan untuk langsung berpamitan dengan si tante saja
“ Tan, ari mau pamit tan, maaf ya ngerepotin “  kataku kepada si tante
“ Lah, buru buru banget ri “ sahut sit ante
“ Udah sore tan, takut dicariin sama si mamah, oh iya tan itu si Andela ko akhir akhir ini keliatan kurang sehat ya ? “ tanyaku
“ Ohh nggg .. itu, dia emg kurang enak badan, kecapean mungkin ya “ kata si tante
“ Oh gitu ya tan, yaudah nanti tolong sampaikan salam ke Andela ya tan, dia ketiduran diatas soalnya, “
“ Iya nanti tante sampaikan “
“ Yaudah tan, ari pamit dulu ya, Assalammualakum “ pamitku sambil mencium tangan si tante

Hari demi hari pun berlalu, sudah 3 Hari Andela tidak masuk kuliah , aku pun sudah mencoba kerumahnya dan menguhubungi keluarganya , namun tidak ada informasi apapun mengenai keberadaannya, aku sangat cemas dan kebingungan, sampai saatnya aku mendapat Telefon dari si tante
“ Assalammualaikum,apa benar ini nomer Ari “ sapa si tante
“ Waalaikumsalam tan, iya tan ini saya “
“ Bisa ke rumah sakit Sentra Medika sekarang gak ? “ Kata si tante dengan nada serius
“ Hah ? kerumah sakit ? emang siapa yang sakit tan ? Andela ? “ Kataku dengan nada serius
“ Nanti tante ceritakan semuanya disini, yang penting kamu kesini aja dulu “
“ Iya tan, ari kesana sekarang juga “ kataku langsung menutup telefon dan segera bergegas ke rumah sakit
Setelah sesampainya di rumah sakit aku langsung bergegas menuju kamar yang telah diberitahukan si tante kepadaku melalui pesan singkat,
Sesampainya dikamar itu, aku masuk dengan perasaan gemetar, ternyata benar, di dalam kamar itu ada tante, om dan Andela sendiri yang sedang berbaring tidak sadarkan diri di kasur dengan selang oksigen yang menempel di mulutnya
“ Kamu udah datang nak Ari, ya seperti yang kamu liat sekarang, Andela anak tante sudah 2 hari dia koma “ katanya sambil meneteskan air mata
“ Andela sakit apa tante, ko Ari ga dapet kabar apa apa ? “ kataku
“ Jadi sebenarnya Andela terkena penyakit gagal ginjal semenjak 1 bulan yang lalu, dokter sudah berusaha namun tidak ada ginjal yang cocok untuk dia, sebenernya tante ingin mengatakan hal ini kepada nak Ari, tapi Andela melarang tante untuk bilang tentang penyakitnya ke nak Ari, tapi melihat kondisinya yang seperti ini tante udah ga kuat, dan bilang ke nak Ari “ sambil mengusap air matanya

Saat itu jantungku berdebar, aku tidak kuat menahan air mataku , aku memutuskan untuk keluar kamar, jujur aku benar benar bingung harus berbuat apa, aku berusaha mencari jalan untuk membantu sahabatku andela, dan aku pun memutuskan untuk mendonorkan ginjalku kepadanya, tekatku sudah bulat, aku tidak ingin ditinggalkan olehnya, aku segera menemui dokter lalu menceritakan niatku untuk mendonorkan ginjalku kepadanya, lalu dokter itu menceritakan semua resiko yang mungkin terjadi, aku berkata jika aku siap untuk menerima segala resiko yang akan menimpaku , lalu dokterpun menetujuinya

Operasi pun dimulai, aku dibawa ke ruang Operasi yang disana telah menunggu Dokter dan beberapa asistennya untuk bersiap mengambil Ginjalku, disitu aku berserah diri kepada Tuhan atas apapun yang akan terjadi, dan Operasi pun dimulai,
Setelah beberapa jam kemudian, operasi pun telah selesai, Ginjalku telah di pindahkan ke tubuh Andela, dan ternyata ginjalku cocok dengannya, Andela telah sadar dan dapat berkumpul lagi dengan keluarganya, Namun tidak denganku, operasi yang kujalani saat itu telah gagal dan merenggut nyawaku, Andela dan keluarganya tidak mengetahui bahwa ginjal yang didonorkan kepadanya adalah ginjalku karena sebelumnya aku telah berpesan kepada dokter untuk tidak memberi tau kepada Andela dan keluarganya jika yang mendonorkan ginjal itu adalah aku, kini aku telah berada di alam yang berbeda, Andela, walaupun kini kita telah terpisah jauh aku akan selalu menepati janjiku saat itu untuk selalu berada di sampingmu dan  mengingat semua hal hal yang telah kita lalui bersama sebelumnya, cinta dan kasihku kepada dirimu tidak akan pupus begitu saja, aku yakin Tuhan punya rencana yang lebih baik dari semua kejadian ini, dan sampai kapanpun kamu akan selalu menjadi sahabat terbaikku,

TAMAT
Previous
Next Post »