Diskriminasi Etnosentrisme

     
    
    Selamat malam Bitters, malem malem dingin kaya gini enaknya nulis sambil ditemani secangkir teh manis anget bikinan mamah :V, itung itung ngebasuh otak yang seharian diisi dengan segala macem rumus rumus dari kampus , hehehe

            Oke kali ini kita akan membahas mengenai Diskriminasi dan Etnosentrisme, sebelum membahas lebih jauh seperti biasa kita harus tau terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan diskriminasi dan etnosentrisme, mungkin sebagian orang sudah sering mendengar kedua kata tersebut, tapi buat yang belum denger, kita bahas bareng bareng deh



Diskriminasi adalah tindakan yang memperlakukan satu orang atau satu kelompok secara kurang adil atau kurang baik daripada orang atau kelompok yang lain. Diskriminasi dapat bersifat langsung atau tidak langsung dan didasarkan pada faktor-faktor yang sama seperti premanisme dan pelecehan ,ada  beberapa macam jenis diskriminasi, yaitu adalah sebagai berikut :

  •     Diskriminasi Umur
Inividu diberi layanan yang tidak adil kerana beliau tergolong dalam lingkungan umur tertentu. Misalnya, di negara Malaysia remaja sentiasa dianggap orang yang menimbulkan masalah sehingga timbul istilah "masalah remaja".
 

Diskriminasi Jantina : Inidividu diberi layanan yang tidak adil kerana jantina mereka. Misalnya, seorang wanita menerima gaji yang lebih rendah dengan lelaki sejawatnya, walaupun sumbangan mereka adalah sama.
Diskriminasi Kesihatan : Individu diberi layanan yang tidak adil kerana mereka menderita penyakit atau kecacatan tertentu. Misalnya seorang yang pernah menderita sakit jiwa telah ditolak untuk mengisi jawatan yang tertentu, walaupun ia telah sembuh dan mempunyai keupayaan yang diperlukan.
Diskriminasi Ras : Individu diberi layanan yang tidak adil berdasarkan ras yang diwakili mereka.
Dikriminasi Agama : Individu diberi layanan yang tidak adil berdasarkan agama yang dianuti.

          Ketika seseorang diperlakukan secara tidak adil karena karakteristik suku, antar golongan, kelamin, ras , agama dan lain lain itu bisa jadi adalah dasar dari perilaku diskriminasi, gimana ? sudah mulai paham kah ?, biar lebih afdol dibawah ini merupakan contoh contoh perilaku diskriminasi yang paling sering terjadi di kalangan masyarakat indonesia.

  1.     Saat menjalani kegiatan belajar mengajar di kelas, seorang guru lebih memperhatikan muridnya yang pandai ketimbang murid lainnya yang biasa-biasa saja. Bahkan, ada juga guru yang lebih memperhatikan murid perempuan ketimbang murid laki-laki. Padahal semua murid memiliki hak dan kewajiban yang sama yang harus dipenuhi, kayak ane nih bro :'(
  2.     Petugas RS tidak sigap melayani masyarakat miskin, berbeda sekali saat ada pejabat atau orang kaya yang sakit mereka semua memasang wajah ramah & cekatan sekali,
  3.     Ada juga kasus diskriminasi di area parkir kendaraan. Terkadang ada saja tukang parkir yang lebih memilih kendaraan-kendaraan yang bagus untuk ia parkirkan, ketimbang kendaraan-kendaraan yang lebih jadul. Memang diskriminasi dapat terjadi dimana saja, mentang mentang ane bawa supra , disuruh parkir paling ujung , hiks :(
Itu hanya sebagian kecil contoh contoh perilaku diskriminasi dalam kehidupan sehari hari, masih banyak lagi perilaku perilaku diskriminasi yang sangat meresahkan kita, 




        Sedangkan Etnosentrisme adalah sikap yang menggunakan pandangan dan cara hidup dari sudut pandangnya sebagai tolok ukur untuk menilai kelompok lain


Salah satu faktor yang mendasar yang menjadi penyebab munculnya etnosentrisme di Bangsa ini adalah budaya politik masyarakat yang cenderung tradisional dan tidak rasionalis. Budaya politik masyarakat kita masih tergolong budaya politik subjektif Ikatan emosional –dan juga ikatan-ikatan primordial- masih cenderung menguasai masyarakat kita. Masyarakat kita terlibat dalam dunia politik dalam kerangka kepentingan mereka yang masih mementingkan suku, etnis, agama dan lain-lain. Aspek kognitif dan partisipatif masih jauh dari masyarakat kita.

Contoh perilaku Etnosentrisme ya gausah jauh jauh, kebiasaan memakai koteka bagi masyarakat papua pedalaman. Jika dipandang dari sudut masyarakat yang bukan warga papua pedalaman, memakai koteka mungkin adalah hal yang sangat memalukan. Tapi oleh warga pedalaman papua, memakai koteka dianggap sebagai suatu kewajaran, bahkan dianggap sebagai suatu kebanggaan.

Gimana ? udah pada ngerti kan nih apa yang dimaksud dengan Diskriminasi dan Etnosentrisme, keduanya merupakan prilaku prilaku yang tidak patut dicontoh, menurut saya Perilaku diskriminasi ini di dasari dengan ketidak pahaman seseorang akan perbedaan, seharusnya kita dapat mamahami moto atau semboyan bangsa Indonesia yaitu " BHINEKA TUNGGAL IKA ", yang berarti Berbeda-beda tetapi tetap satu, sudah jelas bahwa Negara kita ini mengajarkan kita untuk saling menghargai sesama Bangsa indonesia untuk mencapai tujuan bersama, cielah tua bener bahasanya :v, 

untuk perilaku Etnosentrisme tadi sudah saya katakan bahwa perilaku ini didasari budaya politik masyarakat yang cenderung tradisional dan tidak rasionalis, biasanya kurangnya pendidikan yang didapat oleh seseorang dapat menyebabkan pula munculnya perilaku ini, sebagai bangsa yang damai dan demokratis kita harus selalu menghargai orang orang yang menurut kita aneh, jadul, ndeso atau apapun itu , malahan kita harus mencontoh mereka yang tetap menjujunjung tinggi kebudayaan kebudayaan di daerah nya masing masing, seperti contohnya Orang pedalaman papua yang masih sering memakai Koteka yaitu pakaian adat mereka, kita patut bangga terhadap mereka karena mereka dapat menjaga warisan budaya leluhur mereka, ya asalkan koteka tersebut dipakai di daerah yang semestinya, misalnya jika kalian bertemu seseorang yang memakai koteka di kota jakarta, wah cepet cepet lari gan, bahaya :v

       Kedua prilaku ini semakin lama akan semakin marak terjadi di bangsa ini apabila tidak ada langkah tegas dari pemerintah, namun tidak hanya pemerintah yang turun tangan , segenap masyarakat indonesia pun harus ikut serta dalam membasmi perilaku perilaku diskriminasi dan etnosentrisme yang marak terjadi belakangan ini.


Previous
Next Post »